BERBAGI INFORMASI
lexminanderdoda.blogspot.co.id

Tayangan Laman

SILABUS SENI BUDAYA SMA EDISI REVISI KURIKULUM 2013

                                                 
                                                    


SILABUS MATA PELAJARAN 
SEKOLAH MENENGAH ATAS/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN /MADRASAH ALIYAH/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
(SMA/SMK/MA/MAK)





MATA PELAJARAN
SENI BUDAYA











KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
JAKARTA, 2016


 DAFTAR ISI

DAFTAR ISI                                                                                                  i
I.             PENDAHULUAN                                                                                     1                                                                                   
A.   Rasional                                                                                      1                                                                                         
B.   Kompetensi Setelah Mempelajari Seni Budaya
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah                            2                                                                      
C.   Kompetensi Setelah Mempelajari Seni Budaya di Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah Kejuruan /
Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan                          3                                                                                   
D.  Kerangka Pengembangan Kurikulum   Seni Budaya Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah Kejuruan /
Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan                          3                                                                                                
E.   Pembelajaran dan Penilaian                                                      9                                                                  
F.   Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi
Lingkungan dan Peserta Didik                                                 11                                                                                                                                 
II.   KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN                                                                                11
A.   Kelas X                                                                                    12
B.   Kelas XI                                                                                   19
C.   Kelas XII                                                                                  26


 PENDAHULUAN

A.                   Rasional

Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, dan inovatif. Oleh karena itu proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Prinsip pembelajaran seni budaya bersifat rekreatif yang memiliki nilai kebermanfaatan, estetis dan artistik untuk membentuk pribadi peserta didik yang harmonis. Pendidikan seni budaya mendorong peserta didik dalam mencapai multi kecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal,  interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, kecerdasan adversitas, kecerdasan kinestetik, kecerdasan spiritual dan moral, serta kecerdasan emosional. Kecerdasan ini dapat membantu dalam mengembangkan kreativitas, baik pada proses berpikir, berapresasi, dan berkreasi seni.

Seni Budaya berperan penting dalam perkembangan dan kebutuhan peserta didik karena keunikan, kebermaknaan, dan kebermanfaatannya. Pembelajaran Seni Budaya dilakukan dengan memberikan pengalaman estetik yang mencakup konsepsi, apresiasi, kreasi dan koneksi. Keempat  hal tersebut selaras dengan  Kompetensi Inti  yang ada pada kurikulum 2013

Karakteristik mata pelajaran Seni Budaya dikembangkan sesuai dengan tantangan abad 21, dimana penguasaan dan pemanfaatan tekhnologi informasi dan komunikasi menjadi bagian dari pembelajaran. Untuk itu kemampuan penggunaan dan pemanfaatan tekhnologi informasi dan komunikasi menjadi faktor penting agar pembelajaran Seni Budaya dapat disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran yang mampu menjawab tantangan abad 21. Selain penggunaan dan pemanfaatan teknonolgi, karakteristik  pembelajaran Seni Budaya yang menjawab tantangan abad 21 harus memperhatikan kebutuhan daerah dan peserta didik, sehingga mata pelajaran ini dapat menjadi filter dari masuknya kebudayaan asing sekaligus mendorong peserta didik untuk memiliki kearifan terhadap budaya lokal atau budaya masyarakat setempatnya.

Mata pelajaran Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan  kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam seni budaya. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk.

Di sekolah menengah mata pelajaran Seni Budaya memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing yaitu bidang seni rupa, musik, tari, dan teater. Dalam seni budaya, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut, sehingga sekolah wajib melaksanakan minimal dua aspek seni yang dapat disesuaikan dengan minat peserta didik, kondisi sekolah dan budaya masyarakatnya.

Silabus mata pelajaran seni budaya dan prakarya SD/MI disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapainnya (measurable); dan bermakna untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.
Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal.  Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktivitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model yang sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan peserta didik.


B.   Kompetensi Mata Pelajaran Seni Budaya Pendidikan Dasar dan Menengah

Kompetensi lulusan yang diharapkan berdasarkan keseimbangan antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dijabarkan dalam konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Kompetensi lulusan yang harus dicapai sebagai berikut:
·       Kemampuan perseptual yang meliputi kepekaan indrawi terhadap rupa, bunyi, gerak dan perpaduannya;
·       Pengetahuan yang meliputi faktual, konseptual, dan prosedural
·       Apresiasi yang meliputi kepekaan rasa estetika dan artistik serta sikap menghargai karya seni.
·       Kreasi mencakup segala bentuk dalam proses produksi berkarya seni dan berimajinasi.
Materi disusun berdasarkan pengorganisasian keilmuan yang didasarkan pada prinsip: dari konkret ke abstrak, dari yang dekat ke yang jauh, dari yang sederhana ke yang kompleks sesuai dengan perkembangan peserta didik, etika, etika, norma yang berlaku, serta sikap sosial dan spritualnya.

C.   Kompetensi  Mata Pelajaran Seni Budaya di Sekolah Menengah Atas /Sekolah Menengah Kejuruan /Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan 
Memiliki kemampuan menganalisis keberagaman keunikan dan keindahan serta mampu menerapkan dan memodifikasi konsep, teknik, prosedur, bahan, dan media berkarya seni yang bernilai estetis  dengan memperhatikan etika dan norma


D.    Kerangka Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran Seni Budaya Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah / Madrasah Aliyah Kejuruan
Penataan kurikulum Seni Budaya tahun 2013 menjawab tantangan masa depan abad 21 yang menekankan pada keseimbangan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pembentukan pada aspek pengetahuan menekan pada tataran konsepsi dengan memahami teknik dan prosedural berkaraya seni. Aspek sikap dilakukan melalui  kegiatan apresiasi dalam upaya pembentukan budaya individu yang berkarakter dengan ciri-ciri jujur, bertanggungjawab, memiliki rasa empati, dan menghargai orang lain. Aspek keterampilan melalui kegiatan ekspresi dan kreasi dilakukan dengan mengimplementasikan karya-karya seni yang bermanfaat dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga dapat mengoptimalkan kreativitas berkarya seni yang inovatif.

Kata kunci dalam kurikulum 2013 pada mata pelajaran Seni Budaya menekankan pada kreativitas, di mana pembelajaran berbasis intelegensia tidak akan memberikan hasil siginifikan, tetapi hanya terjadi peningkatan 50% dibandingkan yang berbasis kreativitas. Untuk itu dua pertiga dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, sepertiga sisanya berasal dari genetik, dan kebalikannya berlaku untuk kemampuan inteligensia.

Berdasarkan penjelasan tentang kreativitas tersebut, maka kreativitas merupakan aspek penting dalam kurikulum dan pengembangan pembelajaran.

Untuk itu diperlukan pengembangan materi ajar berdasarkan silabus yang menekankan pada kreativitas.

Kerangka Pengembangan silabus Seni Budaya mengikuti elemen pengorganisasian Kompetensi Dasar berdasarkan Kompetensi Inti pada kelas X sd XII yaitu :

Kompetensi Inti pada kelas X s.d XII

Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunias
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 3 Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Ruang Lingkup materi Mata pelajaran Seni Budaya meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1.     Seni rupa, mencakup kemampuan  konsepsi, apresiasi  dan berkreasi karya seni rupa dua dan tiga dimensi, serta perencanaan pameran.
2.     Seni musik, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni vokal dan instrumen, serta perencanaan pementasan musik
3.     Seni tari, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni tari tradisi dan kreasi, serta manajemen seni pertunjukan.
4.     Seni teater, mencakup kemampuan untuk konsepsi, apresiasi dan berkreasi karya seni peran, serta rancangan pementasan.

Dari ke-4 aspek mata pelajaran Seni Budaya yang tersedia, sekolah wajib melaksanakan minimal dua aspek seni yang dapat disesuaikan dengan minat peserta didik, kondisi sekolah (ketersediaan guru serta sarana dan prasarana) dan budaya masyarakatnya. Guru pengampu mata pelajaran seni budaya adalah guru profesional sesuai latarbelakang pendidikan seninya. Teknis pelaksanaan diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing.

Peta Materi Pembelajaran Seni Budaya

SENI RUPA

Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
·         Konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
·         Pembuatan karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan melihat model

·         Konsep, unsur,  prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
·          Pembuatan karya seni rupa dua dimensi dengan memodifikasi objek
·       Konsep, unsur, prinsip,bahan  dan  teknik dalam  berkarya seni rupa
·         Pembuatan karya seni rupa dua dimensi berdasarkan imajinasi dengan berbagai media dan teknik
·        Karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan, jenis, tema, dan nilai estetis.
·        Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model
·         Karya seni rupa berdasarkan jenis, tema, fungsi, dan  nilai estetisnya
·       Berkarya seni rupa tiga dimensi dengan memodifikasi objek.
·       Karya seni rupa berdasarkan jenis, tema, fungsi dan  nilai estetisnya
·       Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi berdasarkan imajinasi dengan berbagai madia dan teknik
·      Konsep dan prosedur pameran karya seni rupa
·      Pelaksanaan pameran hasil karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang dibuat berdasarkan  melihat model
·         Perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan pameran  karya seni rupa
·      Langkah-langkah pelaksanaan pameran karya seni rupa dua dan tiga dimensi hasil modifikasi
·      Evaluasi hasil penyelenggaraan pameran  karya seni rupa
·      Pameran karya seni rupa  dua dan  tiga dimensi hasil kreasi
·      Konsep, prosedur
    dan fungsi kritik
    dalam karya seni     
    rupa
·      Pembuatan deskripsi karya seni rupa berdasarkan pengamatan dalam bentuk lisan atau tulisan
·         Konsep, prosedur, fungsi, tokoh dan nilai estetis dalam karya seni rupa
·      Menganalisis karya seni rupa menurut jenis, fungsi, tema,  nilai estetis, dan tokoh berdasarkan hasil pengamatan dalam bentuk lisan atau tulisan

·         Evaluasi Karya seni rupa berdasarkan  tema, jenis, fungsi tokoh, dan nilai estetisnya.
·         Pembuatan tulisan hasil evaluasi dalam bentuk tulisan kritik  karya seni rupa mengenai  jenis, fungsi,  tema, nilai estetis dan tokohnya.


SENI MUSIK

Materi
Pembelajaran
Materi
Pembelajaran
Materi         Pembelajaran
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
·         Ragam alat musik tradisional Indonesia berdasarkan sumber bunyinya.
·         Ragam alat musik tradisional Indonesia berdasarkan cara memainkannya
·         Fungsi alat musik dalam karya musik tradisional
·         Teknik memainkan alat musik tradisional

·         Konsep musik modal
·         Konsep musik tonal
·         Konsep musik atonal


·      Konsep Musik kontemporer.
·      Musik kontemporer dari Indonesia.
·      Musik kontemporer dari Luar negeri.
·      Alat musik tradisional dalam seni ritual di masyarakat
·      Alat musik tradisional dalam seni hiburan di masyarakat

·         Musik modal
·         Musik tonal
·         Musik atonal


·      Aspek pembaharuan pada contoh musik kontemporer Indonesia
·      Aspek pembaharuan pada contoh musik kontemporer luar negeri

·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia.
·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia yang mengiringi tarian.
·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia yang mengiringi teater.
·     Pertunjukan orkestra
·     Pertunjukan instrumen solo,  (piano/harpa/ gitar dll)
·     Pertunjukan brass band
·      Pertunjukan musik kontemporer.
·      Pertunjukan musik kontemporer Indonesia.
·      Pertunjukan Musik kontemporer luar negeri.
·      Konsep dalam pertunjukan musik tradisional
·      Bentuk pertunjukan musik tradisional
·      Jenis pertunjukan musik tradisional
·      Deskripsi pertunjukan musik tradisional
·       Perkembangan musik dan masyarakat Eropa.
·       Perkembangan musik dan masyarakat Amerika
·       Musik Populer di Eropa dan Amerika
·     Penciptaan Musik kontemporer.
·     Berkreasi dengan memadukan alat musik tradisional dengan modern.
·     Berkreasi dengan memadukan alat musik perkusi tak lazim dengan alat musik modern.

SENI TARI

Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
·      Konsep, teknik, dan prosedur tentang tari tradisi daerah setempat
·      Ragam gerak tari tradisi daerah setempat
·      Peragaan gerak tari tradisi daerah setempat sesuai iringan/ketukan
·        Konsep, teknik, dan prosedur pada tari kreasi


·        Berkarya tari kreasi

·        Merancang pergelaran tari

·        Manajemen seni pertunjukan
·     Bentuk, jenis dan nilai estetis tari tradisi daerah setempat
·     Bentuk, jenis dan nilai estetis iringan tari tradisi daerah setempat
·     Peragaan gerak tari tradisi sesuai iringan
·      Teknik, bentuk, jenis, dan nilai estetis pada tari kreasi

·      Berkarya seni tari kreasi sesuai dengan iringan
·        Rancangan karya tari

·        Karya tari

·        Perbandingan konsep, teknik dan prosedur pada gerak tari tradisi daerah lain (nusantara)
·        Gerak tari tradisi lain (nusantara) sesuai dengan iringan tari tradisi daerah lain (nusantara)
·        Peragaan tari tradisi daerah lain (nusantara) sesuai iringan

·      Tata teknik pentas pada gerak tari kreasi

·      Pengembangan gerak tari kreasi
·      Evaluasi Pergelaran Karya Tari


·      Pergelaran karya tari

·     Bentuk, jenis, nilai estetis dan fungsi tari tradisi daerah lain (nusantara)

·     Penulisan tari tradisi daerah lain (nusantara) mengenai jenis, fungsi, bentuk dan nilai estetis sebuah karya tari

·      Evaluasi bentuk, jenis, nilai, estetis, fungsi dan tata pentas tari

·      Penulisan tentang tata teknik pentas
·      Evaluasi rancangan pergelaran

·      Teknik menulis tentang pergelaran tari

SENI TEATER

Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Materi Pembelajaran
Kelas X
Kelas XI
Kelas XII
·  Konsep, teknik dan prosedur seni peran bersumber seni teater tradisional
·  Peragaan adegan sesuai konsep, teknik dan prosedur seni peran bersumber seni teater tradisional
·      Konsep, tek-nik dan pro-sedur seni peran sesuai kaidah seni teater  mo-dern
·      Peragaan adegan se-suai konsep, teknik dan prosedur seni peran teater  modern
·  Konsep, teknik dan prosedur seni peran seni teater kontemporer
·  Peragaan adegan sesuai konsep, teknik dan prosedur seni peran seni teater kontemporer
·   Teknik menyusun naskah lakon bersumber dari cerita tradisional
·   Penyusunan naskah lakon sesuai kaidah  seni teater tradisional
·   Teknik interpretasi naskah lakon berdasarkan jenis, bentuk, dan makna sesuai kaidah seni teater modern
·   Menginterpretasi naskah lakon berda-sarkan jenis, bentuk, dan makna sesuai kaidah seni teater modern
·  Teknik menyusun naskah lakon teater kontemporer
·  Penyusunan naskah lakon sesuai kaidah  seni teater kontemporer
·   Konsep, teknik dan prosedur perancangan pementasan seni seni teater tradisional
·   Pembuatan rancangan pementasan seni teater sesuai konsep, teknik dan prosedur bersumber seni teater  tradisional

·   Konsep, teknik dan prosedur perancangan pementasan seni seni teater modern
·   Pembuatan rancangan pementasan seni teater sesuai konsep, teknik dan prosedur seni teater  modern

·   Konsep, teknik dan prosedur perancangan pementasan seni seni teater kontemporer
·   Pembuatan rancangan pementasan seni teater sesuai konsep, teknik dan prosedur seni teater  kontemporer

·      Konsep, teknik dan prosedur pementasan seni teater  tradisional
·      Pementasan seni teater berdasarkan konsep, teknik dan prosedur seni teater  tradisional
·   Konsep, teknik dan prosedur pementasan seni teater tradisional
·   Pementasan seni teater berdasarkan konsep, teknik dan prosedur seni teater modern
·  Konsep, teknik dan prosedur pementasan seni teater kontemporer
·   Pementasan seni teater berdasarkan konsep, teknik dan prosedur seni teater kontemporer


E.   Pembelajaran dan Penilaian

1.                 Pembelajaran
Strategi pembelajaran Seni Budaya salah satunya menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi aktivitas
1)    mengamati, (melihat, membaca, mendengar, dan menyimak),
2)    menanya dengan mengajukan pertanyaan dari yang bersifat factual sampai ke yang bersifat hipotesis,
3)    mengumpulkan informasi melalui pengumpulan data, penentuan data dan sumber data,
4)    menalar/mengasosiasi dengan menganalisis dan menyimpulkan,
5)    mengomunikasikan konsep baik secara lisan dan tulisan.

Aktivitas tersebut tidak selalu dilaksanakan secara berurutan dan sekaligus pada satu kali pertemuan. Guru dapat menggunakan pendekatan lain disesuaikan dengan karakteristik materi yang diajarkan, diantaranya menggunakan discovery learning, problem based learning, experience learning, serta pendekatannya lainnya dengan tetap berorientasi kepada kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik.

Pada prinsipnya pembelajaran seni budaya menekankan pada aktivitas berkarya seni baik di sekolah maupun di luar sekolah seperti di sanggar, studio atau tempat lain. Pembelajaran tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, kebersihan lingkungan, serta pemeliharaan sumber belajar. Pembelajaran sikap dilakukan secara tidak langsung, artinya penanaman sikap melebur dalam proses pembelajaran pengetahuan dan keterampilan. Dalam pembelajaran berkarya seni guru diharapkan dapat berperan secara aktif melakukan aktivitas berkarya bersama-sama peserta didik.


                  


Gambar 1. Kompetensi dasar berkenaan dengan sikap, keterampilan dan pengetahuan merupakan input dalam proses pembelajaran


2. Penilaian
Prinsip penilaian kurikulum 2013 menggunakan autentik assessment dimana penilaian dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Penilaian pada mata pelajaran seni budaya meliputi tiga ranah yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Ketiga ranah tersebut meliputi aspek konsepsi (pengetahuan), apresiasi (menghargai), dan kreasi (keterampilan berkarya) dalam berolah seni sesuai dengan kekhasan materi seni rupa, musik, tari dan teater. 

Penilaian pengetahuan dilakukan antara lain melalui teknik tes tertulis, tes lisan, penugasan. Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain penilaian kinerja, penilaian proyek, produk dan penilaian portofolio.

Penilaian sikap digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan karakteristik peserta didik.

F.     Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik       


Kontekstual pembelajaran merupakan pembelajaran yang terkait dengan keadaan daerah dengan segala sesuatu yang terdapat di daerahnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu  yang  diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk  kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.

Pembelajaran Seni Budaya materi disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan kebutuhan peserta didik. Pembelajaran yang berkaitan dengan kebutuhan daerah bertujuan agar kebudayaan daerah dapat dilestarikan dan dikembangkan melalui materi Seni Budaya. Kebutuhan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang seni tertentu sesuai dengan keadaan perekonomian daerah, sehingga peserta didik dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan potensi daerah, seperti potensi pariwisata dan meningkatkan kemampuan berwirausaha di bidang seni.

Sejalan dengan karakteristik pendidikan abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, pembelajaran seni budaya dalam Kurikulum 2013 juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media dan sumber belajar. Pemanfaatan TIK mendorong peserta didik dalam mengembangkan kreativitas dan berinovasi serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan seni budaya.

Pembelajaran seni budaya memanfaatkan berbagai sumber belajar seperti buku teks yang tersedia dalam bentuk buku guru dan buku siswa. Sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013, buku teks bukan satu-satunya sumber belajar. Guru dapat menggunakan buku pengayaan atau referensi lainnya dan mengembangkan bahan ajar sendiri seperti LKS (Lembar Kerja Siswa). Dalam pembelajaran seni budaya, LKS bukan hanya kumpulan soal, tetapi dapat berbentuk panduan berkarya seni, langkah-langkah kritik dan apresiasi serta aktivitas belajar lainnya.





II.   KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN  PEMBELAJARAN

A.                 Kelas X

Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui  keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

SENI RUPA
Alokasi waktu : 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1 Memahami konsep, unsur, prinsip, bahan, dan teknik dalam proses berkarya seni rupa

4.1 Membuat karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai bahan dan teknik dengan melihat model

·         Konsep, unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa.
·         Pembuatan karya seni rupa dua dimensi menggunakan berbagai media dan teknik dengan melihat model


·     Mengamati dan mengklasifikasi unsur, prinsip dan bahan dalam karya seni rupa
·     Mengamati dan mengklasifikasi  teknik dalam berkarya seni rupa
·     Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap unsur, prinsip, bahan dan teknik dalam berkarya seni rupa
·     Membuat karya seni rupa dua dimensi dengan melihat model:
a.    benda mati
b.    benda hidup
c.    foto/gambar
·      Berkarya seni rupa dua dimensi eksplorasi dengan berbagai media dan teknik
3.2 Memahami  karya seni rupa berdasarkan, jenis, tema, dan nilai estetisnya
4.2 Membuat karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model
·        Karya seni rupa tiga dimensi  
     berdasarkan, jenis, tema, dan nilai estetis.
·        Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model
·      Mengamati dan mengklasifikasi karya seni rupa berdasarkan jenis, tema dan nilai estetisnya
·      Mempresentasikan hasil pengamatan  terhadap jenis, tema dan nilai estetis dalam karya seni rupa
·      Membuat karya seni rupa tiga dimensi dengan melihat model:
a.    benda mati
b.    benda hidup
c.    foto/gambar
·      Bereksplorasi dengan berbagai media  dan teknik
·      Mengkomunikasikan konsep hasil eksplorasi berkarya tiga dimensi dengan berbagai media dan teknik.
3.3 Memahami konsep
      dan prosedur
      pameran  karya seni rupa
4.3 Menyelenggarakan pameran hasil karya seni rupa dua dan tiga dimensi
      yang dibuat
      berdasarkan  melihat model
·      Konsep dan prosedur pameran karya seni rupa
·      Pelaksanaan pameran hasil karya seni rupa dua dan tiga dimensi yang dibuat berdasarkan  melihat model
·     Mengamati dan mengklasifikasi konsep dan prosedur pameran karya seni rupa
·     Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap konsep dan prosedur pameran karya seni rupa
·     Merencanakan dan melaksanakan pameran karya sendiri di dalam kelas
·     Mempresentasikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pameran secara tulis dan lisan.

3. 4 Memahami  konsep, prosedur dan fungsi kritik dalam karya seni rupa
4.4  Membuat deskripsi karya seni rupa berdasarkan pengamatan dalam bentuk lisan atau tulisan
·      Konsep, prosedur
    dan fungsi kritik
    dalam karya seni     
    rupa
·      Pembuatan deskripsi karya seni rupa berdasarkan pengamatan dalam bentuk lisan atau tulisan
·     Mengamati konsep, prosedur dan fungsi kritik dalam karya seni rupa
·     Mempresentasikan hasil pengamatan terhadap konsep, prosedur dan fungsi kritik dalam karya seni rupa
·     Mendeskripsi karya seni rupa secara lisan maupun tertulis.
·     Mempresentasikan hasil deskripsi karya seni rupa secara tertulis dan lisan


SENI MUSIK
Alokasi waktu:  2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1.      Memahami jenis dan fungsi alat musik tradisional.
4.1.    Memainkan alat musik tradisional.


·         Ragam alat musik tradisional Indonesia berdasarkan sumber bunyinya.
·         Ragam alat musik tradisional Indonesia berdasarkan cara memainkannya
·         Fungsi alat musik dalam karya musik tradisional
·         Teknik memainkan alat musik tradisional
·       Mengidentifikasi ragam alat musik dalam pertunjukan musik tradisional secara langsung, atau melalui media audio/audiovisual
·        Mengidentifikasi fungsi alat musik pada beberapa contoh karya musik tradisional
·        Menyajikan simpulan hasil pengamatan tentang jenis dan fungsi alat musik pada karya musik tradisional
·        Berlatih teknik memainkan salah satu alat musik tradisional.
·        Memainkan alat musik tradisional
3.2    Menganalisis alat musik tradisional berdasarkan jenis dan fungsinya pada masyarakat pendukungnya.
4.2   Mempresentasikan hasil analisis alat musik tradisional berdasarkan jenis dan fungsinya  pada masyarakat pendukungnya.
·      Alat musik tradisional dalam seni ritual di masyarakat
·      Alat musik tradisional dalam seni hiburan di masyarakat

·       Mengidentifikasi jenis alat musik tradisional dalam seni ritual di masyarakat berdasarkan pengamatan langsung atau melalui media audio/audiovisual
·       Mengidentifikasi jenis alat musik tradisional dalam seni hiburan di masyarakat berdasarkan pengamatan langsung atau melalui media audio/audiovisual
·       Mempresentasikan perbedaan musik dalam seni ritual dan seni hiburan di masyarakat.

3.3 Memahami dan mengapresiasi pertunjukan musik  tradisional.
4.3 Menampilkan pertunjukan musik tradisional.
·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia.
·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia yang mengiringi tarian.
·     Pertunjukan musik tradisional Indonesia yang mengiringi teater.
·     Mengamati dan mengidentifikasi pertunjukan musik tradisional
·     Mengamati dan mengidentifikasi pertunjukan musik tradisional untuk mengiringi tarian
·     Mengamati dan mengidentifikasi musik dalam teater tradisional
·     Mempresentasikan  kesimpulan tentang perbedaan musik tradisional dalam ragam pertunjukan (musik, tari dan teater)
·     Berkreasi musik tradisional untuk pertunjukan musik/tari/teater
·     Menampilkan kreasi musik dalam pertunjukan musik/tari/teater
3.4 Memahami konsep, bentuk dan jenis pertunjukan musik  tradisional.

4.4. Membuat tulisan hasil analisis  pertunjukan musik tradisional
·      Konsep dalam pertunjukan musik tradisional
·      Bentuk pertunjukan musik tradisional
·      Jenis pertunjukan musik tradisional
·      Deskripsi pertunjukan musik tradisional
·      Mengkaji konsep dalam pertunjukan musik tradisional
·      Mengkaji bentuk secara langsung atau melalui media audiovisual
·      Mengkaji jenis pertunjukan musik tradisional secara langsung atau melalui media audiovisual
·      Mendeskripsikan hasil analisis pertunjukan musik tradisional berdasarkan konsep, bentuk dan jenis musik



SENI TARI
Alokasi waktu: 2 jam pelajaran/minggu

Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
3.1  Memahami  konsep, teknik dan prosedur dalam meniru ragam gerak tari tradisi
4.1. Memeragakan gerak tari tradisi  berdasarkan konsep, teknik, dan prosedur sesuai dengan hitungan/ketukan

·      Konsep, teknik, dan prosedur tentang tari tradisi daerah setempat
·      Ragam gerak tari tradisi daerah setempat
·      Peragaan gerak tari tradisi daerah setempat sesuai iringan/ketukan
·      Mengamati dengan seksama beberapa contoh ragam gerak tari tradisi dari beberapa daerah setempat menggunakan media audio-visual
·      Mengidentifikasi ragam gerak  tari tradisi daerah setempat berdasarkan teknik, konsep, dan prosedur dengan berbagai iringan
·      Mendiskusikan dan melakukan latihan ragam gerak tari tradisi daerah setempat dengan cara meniru
·      Membandingkan ragam gerak  tari tradisi di lingkungan tempat tinggal siswa dengan daerah lain berdasarkan teknik, konsep, dan prosedur
·      Menampilkan, membuat dan mempresentasikan deskripsi rangkaian ragam gerak tari tradisi daerah setempat berdasarkan teknik, konsep, dan prosedur
3.2     Memahami bentuk, jenis, dan nilai estetis dalam ragam gerak tari tradisi
4.2 Memeragakan gerak tari tradisi berdasarkan bentuk, jenis dan nilai estetis sesuai iringan

·     Bentuk, jenis dan nilai estetis tari tradisi daerah setempat
·     Bentuk, jenis dan nilai estetis iringan tari tradisi daerah setempat
·     Peragaan gerak tari tradisi sesuai iringan
·      Mengamati  secara seksama contoh-contoh gambar maupun video visual ragam gerak tari tradisi setempat berdasarkan simbol, jenis, dan nilai estetis sesuai iringan